Jumat, 23 September 2011

manajemen proyek


Pengenalan Manajemen Proyek

Manajemen Proyek adalah bidang disiplin ilmu yang sangat dibutuhkan dalam berbagai proyek pembangunan. Manajemen Proyek tidak dapat di pisahkan dengan pembangunan untuk mencapai keberhasilan dalam biaya dan waktu.

Manajemen proyek merupakan suatu proses terpadu dimana individu-individu sebagai bagian dari organisasi dilibatkan untuk melakukan proses perencanaan, pengorganisasian, serta menjalankan dan mengendalikan aktivitas-aktivitas produksi, yang kesemuanya diarahkan pada sasaran yang telah ditetapkan dan berlangsung terus-menerus seiring dengan berjalannya waktu.
pengertian manajemen proyek
Apakah Manajemen?

Aktivitas yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan kepemimpinan, serta pengawasan terhadap pengelolaan sumber daya yang dimiliki suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Apakah Proyek?

SSebuah proyek adalah tugas / tugas / pekerjaan yang harus dilakukan dan diselesaikan dalam waktu yang ditetapkan,
anggaran, sumber daya dan spesifikasi kinerja yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan stakeholder
dan penerima manfaat
Ciri-ciri proyek
* Bertujuan menghasilkan lingkup (scope) tertentu berupa produk akhir ayau hasil kerja akhir.
* Dalam proses mewujudkan lingkup diatas, ditentukan jumlah biaya, jadwal, serta kriteria mutu.
* Bersifat sementara dalam arti umurnya dibatasi oleh selesainya tugas. Titik awal dan akhir ditentukan dengan jelas.
* non rutin, tidak berulang-ulang. Macam dan intensitas kegiatan berubah sepanjang proyek berlangsung

Sasaran proyek dan tiga kendala (Triple Constraint)
Batasan yang harus dipenuhi yakni :

* Besar Biaya (anggaran) yang dialokasikan.
* Jadwal.
* Mutu yang harus dipenuhi.

Proyek :

* Bercorak dinamis, nonrutin
* Siklus proyek relatif pendek
* Intensitas kegiatan dalam periode siklus proyek berubah-ubah (naik-turun)
* Kegiatan harus diselesaikan berdasarkan anggaran dan jadwal yang telah ditentukan
* Terdiri dari macam-macam kegiatan yang memerlukan berbagai disiplin ilmu
* Keperluan sumber daya berubah, baik macam maupun volumenya

Operasional :

* Berulang-ulang, rutin
* Berlangsung dalam jangka panjang
* Intensitas kegiatan relatif sama
* Batasan anggaran dan jadwal tidak setajam proyek
* Macam kegiatan tidak terlalu banyak
* Macam dan volume keperluan sumber daya relatif konstant.
Manajemen Proyek
Proses aktivitas manajemen yang dilakukan dalam periode tertentu dan tidak bersifat rutin untuk mengelola sumber daya untuk mencapai tujuan proyek yang telah ditetapkan sebelumnya

Hal-hal yang menyebabkan timbulnya suatu proyek :

* Rencana Pemerintah
* Permintaan Pasar
* Dari dalam Perusahan yang bersangkutan
* Dari kegiatan Penelitian dan Pengembangan

Tiga hal yang berpengaruh besar berkaitan erat dengan konsep manajemen proyek:

* Manajemen Klasik atu manajemen fungsional (General Management)
* Pemikiran Sistem
* Pendekatan Contigency
Manajemen Klasik atau Manajemen Fungsional
Manajemen Klasik menjelaskan tugas-tugas manajemen berdasarkan fungsinya, yaitu merencanakan, mengorganisir, memimpin, dan mengendalikan.

Pemikiran Sistem

Pemikiran yang memandang segala sesuatu dari wawasan totalitas.

Pendekatan Contigency

Pendekatan yang erat hubungannya dengan situasi dan kondisi yang berarti bahwa tidak ada satupun pendekatan manajemen terbaik yang dapat dipakai untuk mengelola setiap macam kegiatan.

Macam-macam Proyek dari Segi Pekerjaan

* Proyek Engineering - Konstruksi
* Proyek Engineering - Manufaktur
* Proyek Penelitian dan Pengembangan
* Proyek Pelayanan Manajemen
* Proyek Kapital
* Proyek Radio - Telekomunikasi
* Proyek Konservasi Bio - Diversity

Tipe Organisasi Proyek:

* Fungsional
* Produk dan Area
* Matriks

Ciri organisasi proyek:

* Arus horizontal disamping vertikal
* Penanggung jawab tunggal atas berlangsungnya proyek
* Pendekatan sistem dalam perencanaan dan implementasi

manajemen resiko


PENGERTIAN MANAJEMEN RISIKO
Istilah (risk) risiko memiliki berbagai definisi. Risiko dikaitkan dengan kemungkinan kejadian atau keadaan yang dapat mengancam pencapaian tujuan dan sasaran organisasi. [3] Vaughan (1978) mengemukakan beberapa definisi risiko sebagai berikut:
- Risk is the chance of loss (Risiko adalah kans kerugian).
Chance of loss berhubungan dengan suatu exposure (keterbukaan) terhadap kemungkinan kerugian. Dalam ilmu statistik, chance dipergunakan untuk menunjukkan tingkat probabilitas akan munculnya situasi tertentu. Sebagian penulis menolak definisi ini karena terdapat perbedaan antara tingkat risiko dengan tingkat kerugian. Dalam hal chance of loss 100%, berarti kerugian adalah pasti sehingga risiko tidak ada.
- Risk is the possibility of loss (Risiko adalah kemungkinan kerugian).
Istilah possibility berarti bahwa probabilitas sesuatu peristiwa berada diantara nol dan satu. Namun, definisi ini kurang cocok dipakai dalam analisis secara kuantitatif.
- Risk is uncertainty (Risiko adalah ketidakpastian).
Uncertainty dapat bersifat subjective dan objective. Subjective uncertainty merupakan penilaian individu terhadap situasi risiko yang didasarkan pada pengetahuan dan sikap individu yang bersangkutan. Objective uncertainty akan dijelaskan pada dua definisi risiko berikut.
- Risk is the dispersion of actual from expected results (Risiko merupakan penyebaran hasil aktual dari hasil yang diharapkan).
Ahli statistik mendefinisikan risiko sebagai derajat penyimpangan sesuatu nilai disekitar suatu posisi sentral atau di sekitar titik rata-rata.
- Risk is the probability of any outcome different from the one expected (Risiko adalah probabilitas sesuatu outcome berbeda dengan outcome yang diharapkan). Menurut definisi di atas, risiko bukan probabilita dari suatu kejadian tunggal, tetapi probabilita dari beberapa outcome yang berbeda dari yang diharapkan.
Dari berbagai definisi diatas, risiko dihubungkan dengan kemungkinan terjadinya akibat buruk (kerugian) yang tidak diinginkan, atau tidak terduga. Dengan kata lain, kemungkinan itu sudah menunjukkan adanya ketidakpastian.
Risiko dapat terjadi pada pelayanan, kinerja, dan reputasi dari institusi yang bersangkutan. Risiko yang terjadi dapat disebabkan oleh berbagai faktor antara lain kejadian alam, operasional, manusia, politik, teknologi, pegawai, keuangan, hukum, dan manajemen dari organisasi.
Suatu risiko yang terjadi dapat berasal dari risiko lainnya, dan dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Risiko rendahnya kinerja suatu instansi berasal dari risiko rendahnya mutu pelayanan kepada publik. Risiko terakhir disebabkan oleh faktor-faktor sumber daya manusia yang dimiliki organisasi dan operasional seperti keterbatan fasilitas kantor. Risiko yang terjadi akan berdampak pada tidak tercapainya misi dan tujuan dari instansi tersebut, dan timbulnya ketidakpercayaan dari publik.
Risiko diyakini tidak dapat dihindari. Berkenaan dengan sektor publik yang menuntut transparansi dan peningkatan kinerja dengan dana yang terbatas, risiko yang dihadapi instansi Pemerintah akan semakin bertambah dan meningkat. Oleh karenanya, pemahaman terhadap risiko menjadi keniscayaan untuk dapat menentukan prioritas strategi dan program dalam pencapaian tujuan organisasi.
Risiko dapat dikurangi dan bahkan dihilangkan melalui manajemen risiko. Peran dari manajemen risiko diharapkan dapat mengantisipasi lingkungan cepat berubah, mengembangkan corporate governance, mengoptimalkan penyusunan strategic management, mengamankan sumber daya dan asset yang dimiliki organisasi, dan mengurangi reactive decision making dari manajemen puncak.
Menurut COSO, risk management (manajemen resiko) dapat diartikan sebagai ‘a process, effected by an entity’s board of directors, management and other personnel, applied in strategy setting and across the enterprise, designed to identify potential events that may affect the entity, manage risk to be within its risk appetite, and provide reasonable assurance regarding the achievement of entity objectives.’ [4] Definisi risk management di atas dapat dijabarkan lebih lanjut berdasarkan kata-kata kunci sebagai berikut:
- On going process
Risk management dilaksanakan secara terus menerus dan dimonitor secara berkala. Risk management bukanlah suatu kegiatan yang dilakukan sesekali (one time event).
- Effected by people
Risk management ditentukan oleh pihak-pihak yang berada di lingkungan organisasi. Untuk lingkungan institusi Pemerintah, risk management dirumuskan oleh pimpinan dan pegawai institusi/departemen yang bersangkutan.
- Applied in strategy setting
Risk management telah disusun sejak dari perumusan strategi organisasi oleh manajemen puncak organisasi. Dengan penggunaan risk management, strategi yang disiapkan disesuaikan dengan risiko yang dihadapi oleh masing-masing bagian/unit dari organisasi.
- Applied across the enterprise
Strategi yang telah dipilih berdasarkan risk management diaplikasikan dalam kegiatan operasional, dan mencakup seluruh bagian/unit pada organisasi. Mengingat risiko masing-masing bagian berbeda, maka penerapan risk management berdasarkan penentuan risiko oleh masing-masing bagian.
- Designed to identify potential events
Risk management dirancang untuk mengidentifikasi kejadian atau keadaan yang secara potensial menyebabkan terganggunya pencapaian tujuan organisasi.
- Provide reasonable assurance
Risiko yang dikelola dengan tepat dan wajar akan menyediakan jaminan bahwa kegiatan dan pelayanan oleh organisasi dapat berlangsung secara optimal.
- Geared to achieve objectives
Risk management diharapkan dapat menjadi pedoman bagi organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan.



Gambar 1. Risiko dan Tujuan Organisasi 

Sebagaimana dijelaskan pada Gambar 1, risiko terjadi pada unit-unit dari suatu organisasi berkenaan dengan aktivitas dari masing-masing unit. Risiko terdapat pada tindakan manajemen dalam memamfaatkan sumber daya yang dimiliki (asset) dan proses operasi berikut aktivitas pengendalian yang ada. Risiko-risiko kritis dan signifikan yang tidak tertangani akan berdampak pada pencapaian tujuan-tujuan dari setiap unit. Kegagalan pencapaian tujuan pada unit akan berpengaruh langsung pada tidak terpenuhinya tujuan organisasi.



Setiap organisasi, baik pemerintah maupun swasta, tidak rentan terhadap risiko. Banyak faktor penyebab terjadinya risiko baik yang berasal dari internal perusahaan maupun lingkungan eksternal. IIA mengemukakan secara detail penentuan prioritas faktor risiko sebagaimana disajikan pada Gambar 2.

pengenalan manajemen proyek


Pengenalan Manajemen Proyek

Manajemen Proyek adalah bidang disiplin ilmu yang sangat dibutuhkan dalam berbagai proyek pembangunan. Manajemen Proyek tidak dapat di pisahkan dengan pembangunan untuk mencapai keberhasilan dalam biaya dan waktu.

Manajemen proyek merupakan suatu proses terpadu dimana individu-individu sebagai bagian dari organisasi dilibatkan untuk melakukan proses perencanaan, pengorganisasian, serta menjalankan dan mengendalikan aktivitas-aktivitas produksi, yang kesemuanya diarahkan pada sasaran yang telah ditetapkan dan berlangsung terus-menerus seiring dengan berjalannya waktu.
pengertian manajemen proyek
Apakah Manajemen?

Aktivitas yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan kepemimpinan, serta pengawasan terhadap pengelolaan sumber daya yang dimiliki suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Apakah Proyek?

SSebuah proyek adalah tugas / tugas / pekerjaan yang harus dilakukan dan diselesaikan dalam waktu yang ditetapkan,
anggaran, sumber daya dan spesifikasi kinerja yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan stakeholder
dan penerima manfaat
Ciri-ciri proyek
* Bertujuan menghasilkan lingkup (scope) tertentu berupa produk akhir ayau hasil kerja akhir.
* Dalam proses mewujudkan lingkup diatas, ditentukan jumlah biaya, jadwal, serta kriteria mutu.
* Bersifat sementara dalam arti umurnya dibatasi oleh selesainya tugas. Titik awal dan akhir ditentukan dengan jelas.
* non rutin, tidak berulang-ulang. Macam dan intensitas kegiatan berubah sepanjang proyek berlangsung

Sasaran proyek dan tiga kendala (Triple Constraint)
Batasan yang harus dipenuhi yakni :

* Besar Biaya (anggaran) yang dialokasikan.
* Jadwal.
* Mutu yang harus dipenuhi.

Proyek :

* Bercorak dinamis, nonrutin
* Siklus proyek relatif pendek
* Intensitas kegiatan dalam periode siklus proyek berubah-ubah (naik-turun)
* Kegiatan harus diselesaikan berdasarkan anggaran dan jadwal yang telah ditentukan
* Terdiri dari macam-macam kegiatan yang memerlukan berbagai disiplin ilmu
* Keperluan sumber daya berubah, baik macam maupun volumenya

Operasional :

* Berulang-ulang, rutin
* Berlangsung dalam jangka panjang
* Intensitas kegiatan relatif sama
* Batasan anggaran dan jadwal tidak setajam proyek
* Macam kegiatan tidak terlalu banyak
* Macam dan volume keperluan sumber daya relatif konstant.
Manajemen Proyek
Proses aktivitas manajemen yang dilakukan dalam periode tertentu dan tidak bersifat rutin untuk mengelola sumber daya untuk mencapai tujuan proyek yang telah ditetapkan sebelumnya

Hal-hal yang menyebabkan timbulnya suatu proyek :

* Rencana Pemerintah
* Permintaan Pasar
* Dari dalam Perusahan yang bersangkutan
* Dari kegiatan Penelitian dan Pengembangan

Tiga hal yang berpengaruh besar berkaitan erat dengan konsep manajemen proyek:

* Manajemen Klasik atu manajemen fungsional (General Management)
* Pemikiran Sistem
* Pendekatan Contigency
Manajemen Klasik atau Manajemen Fungsional
Manajemen Klasik menjelaskan tugas-tugas manajemen berdasarkan fungsinya, yaitu merencanakan, mengorganisir, memimpin, dan mengendalikan.

Pemikiran Sistem

Pemikiran yang memandang segala sesuatu dari wawasan totalitas.

Pendekatan Contigency

Pendekatan yang erat hubungannya dengan situasi dan kondisi yang berarti bahwa tidak ada satupun pendekatan manajemen terbaik yang dapat dipakai untuk mengelola setiap macam kegiatan.

Macam-macam Proyek dari Segi Pekerjaan

* Proyek Engineering - Konstruksi
* Proyek Engineering - Manufaktur
* Proyek Penelitian dan Pengembangan
* Proyek Pelayanan Manajemen
* Proyek Kapital
* Proyek Radio - Telekomunikasi
* Proyek Konservasi Bio - Diversity

Tipe Organisasi Proyek:

* Fungsional
* Produk dan Area
* Matriks

Ciri organisasi proyek:

* Arus horizontal diamping vertikal
* Penanggung jawab tunggal atas berlangsungnya proyek
* Pendekatan sistem dalam perencanaan dan implementasi

Jumat, 29 April 2011

manusia dan keadilan

Manusia dan Keadilan
Contoh Kasus Ketidak Konsistennya Penegak Hukum Di Indonesia 

         Keadilan menurut aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem tersebut menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut memiliki kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing – masing orang harus menerima benda atau hasil yang sama. Kalau tidak sama, maka akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelanggaran terhadap proporsi tersebut berarti ketidak adilan. 

           Kita telah mengetahui semua bahwa Indonesia merupakan Negara Hukum. Negara hukum merupakan suatu Negara yang menjunjung tinggi suatu keadilan. Keadilan disini yaitu diperuntukan untuk seluruh Masyarakat Indonesia. Siapa saja berhak untuk mendapatkan keadilan didalam hukum. Tapi, ternyata itu semua masih belum sesuai dengan fakta yang ada. Masih banyak dari masyarakat kita yang dipersulit untuk mendapatkan hukum dan keadilan. 

           Kita ambil contoh mengenai kasus hukum diindonesia yang tidak adil. Misalnya saja yaitu kasus hukum korupsi, Indonesia sangat terkenal dengan tindakan korupsi yang dilakukan oleh para pemegang kekuasaan. Mereka yang terkena vonis hukuman korupsi mendapatkan hukuman yang tidak sebanding dengan tindakan kriminalnya. Bahkan ada yang bisa bebas dari hukuman tersebut. 

       Sedangkan ada pelaku tindakan hukum yang terbukti mencuri jagung diladang milik orang lain bisa mendapatkan hukuman lebih dari 2 tahun. Bahkan bisa lebih berat dari pada hukuman para pelaku tindak korupsi. 

        Ini telah membuktikan kepada kita bahwa penegakan hukum diindonesia masih belum konsisten dan tidak adil. Masih tebang pilih kasus dan masih memihak terhadap penguasa. Seharusnya sebagai lembaga penegak hukum, penegakan hukum diindonesia harus jauh lebih baik dan adil agar dapat terciptanya suatu keadilan hukum bagi seluruh masyrakat Indonesia.        

jenis jenis phobia

 “JENIS JENIS PHOBIA”
   
  Takut Air – Hydrophobia, 
  Takut Agama – Theologicophobia,
  Takut Alat Kelamin – Kolpophobia,
  Takut Aliran Udara – Aerophobia,
  Takut Alkohol – Methyphobia,
  Takut Alkohol – Potophobia,
  Takut Amnesia – Amnesiphobia, 
  Takut Anggur – Oenophobia,
  Takut Angin – Ancraophobia,
  Takut Angka – Arithmophobia,
  Takut Angka 13 – Triskaidekaphobia,
  Takut Angka 8 – Octophobia,
  Takut Anjing – Cynophobia,
  Takut Anjing Laut – Lutraphobia,
  Takut Anus – Rectophobia,
  Takut Api – Arsonphobia,
  Takut Api – Pyrophobia,
  Takut Awan – Nephophobia,
  Takut Ayam – Alektorophobia,
  Takut Ayan – Hylephobia,
  Takut Badut – Coulrophobia,
  Takut Bahan Kimia - Chemophobia,
  Takut Bangunan Tinggi – Batophobia,
  Takut Banjir – Antlophobia,
  Takut Bapak Tiri – Vitricophobia,
  Takut Batu Nisan – Placophobia,
  Takut Bau Badan – Bromidrosiphobia,
  Takut Bau Bauan – Olfactophobia,
  Takut Bau Busuk – Autodysomophobia,
  Takut Bawa Mobil - Amaxophobia,
  Takut Bawang Putih – Alliumphobia,
  Takut Bayangan – Sciaphobia,
  Takut Bebas – Eleutherophobia,
  Takut Belanda – Dutchphobia,
  Takut Benang – Linonophobia,
  Takut Benda di Sebelah Kanan – Dextrophobia,
  Takut Benda di Sebelah Kiri – Levophobia, 
  Takut Berantakan – Ataxophobia,
  Takut Berbicara – Laliophobia,
  Takut Bercinta – Malaxophobia,
  Takut Bercinta – Sarmassophobia,
  Takut Berdosa – Hamartophobia,
  Takut Berfikir – Phronemophobia,
  Takut Berita Baik – Euphobia,
  Takut Berjalan – Stasibasiphobia,
  Takut Berjanji – Enissophobia,
  Takut Berkotbah – Homilophobia,
  Takut Berlarut – Apeirophobia,
  Takut Bersenggama – Coitophobia,
  Takut Bertanggung Jawab – Hypegiaphobia,
  Takut Binatang – Zoophobia.
  Takut Binatang Liar – Agrizoophobia,
  Takut Binatang Melata – Herpetophobia,
  Takut Bintang – Astrophobia,
  Takut Bintang – Siderophobia,
  Takut Bintang Berekor – Cometophobia,
  Takut Bom Atom – Atomosophobia,
  Takut Boneka – Pediophobia,
  Takut Boneka Bersuara Perut – Automatonophobia,
  Takut Bosan – Xerophobia,
  Takut Botak – Phalacrophobia,
  Takut Buang Air Besar – Rhypophobia,
  Takut Buku – Bibliophobia,
  Takut Bulan – Selenophobia,
  Takut Bulu Ayam – Pteronophobia,
  Takut Bunga – Anthophobia,
  Takut Bunga Es – Pagophobia,
  Takut Bungkuk – Kyphophobia,
  Takut Burung – Ornithophobia,
  Takut Buta – Scotomaphobia,
  Takut Cabut Gigi – Odontophobia,
  Takut Cacing – Helminthophobia,
  Takut Cacing – Scoleciphobia,
  Takut Cacing Pita – Taeniophobia, 
  Takut Cacing Pita Babi – Trichinophobia,
  Takut Cahaya – Photophobia, 
  Takut Cahaya dari Utara – Auroraphobia,
  Takut Caplak – Phthiriophobia,
  Takut Cemburu – Zelophobia,
  Takut Cermin – Catoptrophobia,
  Takut Cina – Sinophobia,
  Takut Corak Baru - Cainophobia
  Takut Daerah Perbatasan – Claustrophobia,
  Takut Daging – Carnophobia,
  Takut Dagu – Geniophobia,
  Takut Danau – Limnophobia,
  Takut Darah – Hemaphobia,
  Takut Debu – Amathophobia,
  Takut Debu – Koniophobia,
  Takut Demam – Febriphobia,
  Takut Demam – Fibriophobia,
  Takut Demo – Daemonophobia,
  Takut dengan Seks – Erotophobia, 
  Takut Dewa – Zeusophobia,
  Takut Di dalam Rumah – Oikophobia,
  Takut di Ejek – Katagelophobia,
  Takut di Hipnotis – Hynophobia,
  Takut Di pandang – Opthalmophobia,
  Takut Diabaikan – Athazagoraphobia, 
  Takut Dibatasi – Merinthophobia,
  Takut Dibenci – Melophobia,
  Takut Dicekik – Pnigophobia,
  Takut Dicuri – Cleptophobia,
  Takut Dihukum – Mastigophobia,
  Takut Dihukum Berat – Rhabdophobia,
  Takut Dikubur Sendirian – Taphephobia,
  Takut Diluar Ruangan – Spacephobia,
  Takut Dingin – Cheimaphobia,
  Takut Dingin – Psychrophobia,
  Takut Dinilai Negatif – Socialphobia,
  Takut Diracun – Toxicophobia,
  Takut Dirampok – Harpaxophobia,
  Takut Disentuh – Aphenphosmphobia,
  Takut Disentuh - Chiraptophobia,
  Takut Disentuh – Haphephobia,
  Takut Disuntik – Trypanophobia,
  Takut Ditatap – Scopophobia,
  Takut Ditertawakan – Catagelophobia,
  Takut Ditinggal Sendiri – Eremophobia,
  Takut Dokter Gigi – Dentophobia,
  Takut Dubur – Proctophobia,
  Takut Duduk – Cathisophobia,
  Takut Duduk – Taasophobia,
  Takut Duduk di Bawah – Kathisophobia,
  Takut Emas – Aurophobia,
  Takut Es Batu – Cryophobia,
  Takut Fenomena Kosmis – Kosmikophobia,
  Takut Filosofi – Philosophobia,
  Takut Gagal – Atychiphobia,
  Takut Gagap – Psellismophobia,
  Takut Gatal – Acarophobia,
  Takut Gatal – Pellagrophobia,
  Takut Gedung Pertunjukan – Theatrophobia,
  Takut Gelap – Achluophobia, 
  Takut Gelap – Lygophobia,
  Takut Gelas – Hyelophobia,
  Takut Gelombang – Kymophobia,
  Takut Gembira – Cherophobia,
  Takut Gerakan – Kinetophobia,
  Takut Gereja – Ecclesiophobia,
  Takut Getaran – Tremophobia,
  Takut Gravitasi – Barophobia,
  Takut Guntur – Ceraunophobia,
  Takut Halloween – Samhainophobia,
  Takut Hamil – Tocophobia,
  Takut Hantu – Bogyphobia,
  Takut Hantu – Phasmophobia,
  Takut Hantu – Spectrophobia,
  Takut Hujan – Ombrophobia,
  Takut Hujan – Pluviophobia,
  Takut Hukum – Dikephobia,
  Takut Hukuman – Poinephobia,
  Takut Hutan – Hylophobia,
  Takut Hutan – Xylophobia,
  Takut Hutan di Malam Hari – Nyctophobia,
  Takut Ibu Tiri – Novercaphobia,
  Takut Ide – Ideophobia,
  Takut Ide Baru – Cenophobia,
  Takut Ikan – Ichthyophobia,
  Takut Inggris – Anglophobia,
  Takut Insektisida – Entomophobia,
  Takut Istilah Latin – Hellenologophobia,
  Takut Jadi Gila – Lysssophobia,
  Takut Jadi Homoseks – Homophobia,
  Takut Jahudi – Judeophobia,
  Takut Jalan – Ambulophobia,
  Takut Jamur – Mycophobia,
  Takut Jarum – Aichmophobia, 
  Takut Jatuh - Basiphobia
  Takut Jatuh Cinta – Philophobia,
  Takut Jelek – Cacophobia,
  Takut Jembatan Penyeberangan – Gephydrophobia,
  Takut Jenggot – Pogonophobia, 
  Takut Jenis Kelamin Berbeda – Heterophobia,
  Takut Jepang – Japanophobia,
  Takut Jerman – Germanophobia,
  Takut Jerman – Teutophobia,
  Takut Jomblo – Anuptaphobia,
  Takut Jum’at ke 13 – Paraskavedekatriaphobia,
  Takut Kabut – Homichlophobia,
  Takut Kacang – Arachibutyrophobia, 
  Takut Kaget – Hormephobia,
  Takut Kain Lap – Vestiphobia,
  Takut Kain Satin – Satanophobia,
  Takut Kalah – Kakorrhaphiophobia,
  Takut Kanker -  Carcinophobia,
  Takut Kanker – Cancerophobia,
  Takut Kata Kata – Logophobia, 
  Takut Kata Kata – Verbophobia,
  Takut Kata Panjang – Hippopotomonstrosesquippedaliophobia,
  Takut Kata yang Panjang – Sesquipedalophobia,
  Takut Katak – Ranidaphobia,
  Takut Kaya – Plutophobia,
  Takut Ke Sekolah – Didaskaleinophobia,
  Takut Kecelakaan – Dystychiphobia,
  Takut Kedalaman – Bathophobia,
  Takut Kedokter – Iatrophobia,
  Takut Kegelapan – Myctophobia, 
  Takut Kegelapan – Scotophobia,
  Takut Kejatuhan Benda – Atephobia, 
  Takut Kekacauan – Demophobia,
  Takut Kelahiran – Parturiphobia,
  Takut Kelainan Bentuk – Dysmorphophobia,
  Takut Kelamin Wanita – Eurotophobia,
  Takut Kemajuan – Prosophobia, 
  Takut Kembali ke Rumah – Nostophobia,
  Takut Kembung – Anginophobia,
  Takut Kencing – Urophobia,
  Takut Keramaian – Agoraphobia,
  Takut Kerang-Kerangan – Ostraconophobia,
  Takut Kereta Api – Diderodromophobia,
  Takut Keriput – Rhytiphobia,
  Takut Kerja Berlebihan – Ponophobia,
  Takut Kertas – Papyrophobia,
  Takut Kesakitan – Agliophobia,
  Takut Ketinggian – Altophobia,
  Takut Ketinggian – Hypsiphobia,
  Takut Ketularan – Tapinophobia,
  Takut Keturunan – Patroiophobia,
  Takut Kezaliman – Tyrannophobia,
  Takut Kilat – Brontophobia,
  Takut Kodok – Bufonophobia,
  Takut Komputer – Cyberphobia,
  Takut Komputer – Logizomechanophobia,
  Takut Kotor – Automysophobia,
  Takut Kotoran – Myxophobia,
  Takut Kriminal – Peccatophobia,
  Takut Kristal – Crystallophobia,
  Takut Kuburan – Coimetrophobia,
  Takut Kucing – Ailurophobia,
  Takut Kucing – Elurophobia,
  Takut Kucing – Felinophobia,
  Takut Kuda – Equinophobia,
  Takut Kuda – Hippophobia,
  Takut Kulit Binatang – Doraphobia,
  Takut Kuman – Spermatophobia,
  Takut Kunci - Chronomentrophobia,
  Takut Kutu – Pediculophobia,
  Takut Laba Laba – Arachnophobia,
  Takut Laki Laki – Androphobia,
  Takut Laki Laki – Arrhenophobia,
  Takut Lampu Sorot – Selaphobia,
  Takut Laut – Thalassophobia,
  Takut Lawan Jenis – Sexophobia,
  Takut Lebah – Apiphobia,
  Takut Lecet – Amychophobia, 
  Takut Lelah – Kopophobia,
  Takut Lembab – Hygrophobia,
  Takut Lengket di Langit Mulut – Arachibutyrophobia,
  Takut Listrik – Enochlophobia,
  Takut Logam – Metallophobia,
  Takut Lompat – Catapedaphobia,
  Takut Luka – Dematophobia, 
  Takut Luka – Traumatophobia,
  Takut Lumpuh – Poliosophobia,
  Takut Lumpur – Blennophobia,
  Takut Lutut - Genuphobia,
  Takut Mabuk Udara – Aeronausiphobia,
  Takut Makan – Phagophobia,
  Takut Makan – Sitiophobia,
  Takut Makanan - Cibophobia,
  Takut Makanan – Sitophobia,
  Takut Mal Praktek – Ergasiophobia,
  Takut Malam – Noctiphobia,
  Takut Maling – Scelerophobia,
  Takut Mandek – Ankylophobia, 
  Takut Mandi  - Ablutophobia,
  Takut Marah – Angrophobia,
  Takut Masak – Mageirocophobia,
  Takut Mata Kabur – Diplophobia,
  Takut Mata Mata – Ommatophobia,
  Takut Matahari – Heliophobia,
  Takut Matahari - Phengophobia,
  Takut Mati – Necrophobia,
  Takut Mati – Thantophobia,
  Takut Melahirkan – Lockiophobia,
  Takut Melahirkan – Maieusiophobia,
  Takut Melarat - Peniaphobia 
  Takut Melihat Massa – Ochlophobia,
  Takut Membelakangi – Dishabiliophobia,
  Takut Membuat Keputusan – Decidophobia,
  Takut Membuat Perubahan – Tropophobia,
  Takut Membuka Satu Mata – Optophobia,
  Takut Membusuk – Seplophobia,
  Takut Menari - Chorophobia,
  Takut Mencium – Philemaphobia,
  Takut Mendengar Kata Tertentu – Onomatophobia,
  Takut Menderita – Panthophobia, 
  Takut Menganggur – Domatophobia,
  Takut Mengingat – Mnemophobia,
  Takut Menikah – Gamophobia,
  Takut Menjadi Sakit – Nosemaphobia,
  Takut Menstruasi – Monophobia,
  Takut Menua – Gerascophobia,
  Takut Menulis di Papan – Scriptophobia,
  Takut Menunggu Lama – Macrophobia,
  Takut Menyeberang – Agyrophobia, 
  Takut Menyeberang Jalan – Dromophobia,
  Takut Merasa Nyaman – Hedonophobia,
  Takut Mertua – Pentheraphobia,
  Takut Mertua – Soceraphobia,
  Takut Mesin – Mechanophobia,
  Takut Meteor – Meterorophobia,
  Takut Mikroba – Bacillophobia,
  Takut Mikroba – Microbiophobia,
  Takut Milik – Orthophobia,
  Takut Mimisan – Epistaxiophobia,
  Takut Mimpi – Oneirophobia,
  Takut Mimpi Basah – Oneirogmophobia,
  Takut Minum Obat – Pharmacophobia,
  Takut Minuman – Dipsophobia,
  Takut Mitos – Mythophobia,
  Takut Mobil – Motorphobia,
  Takut Monster – Teratophobia,
  Takut Mukanya Merah – Ereuthophobia,
  Takut Mulut Kejang – Tetanophobia,
  Takut Muntahan – Emetophobia,
  Takut Naik Mobil – Ochophobia,
  Takut Naik Pesawat – Aerophobia, 
  Takut Naik Pesawat – Aviophobia,
  Takut Nama Nama – Namatophobia,
  Takut Neraka – Hadephobia,
  Takut Neraka – Stigiophobia,
  Takut Ngaca – Eisoptrophobia,
  Takut Ngaceng – Ithypallophobia,
  Takut Ngebut – Tachophobia,
  Takut Ngengat – Mottophobia,
  Takut Noda – Rupophobia,
  Takut Nomer – Numerophobia,
  Takut Nyeri – Algophobia, 
  Takut Nyeri – Odynephobia,
  Takut Obat Baru – Neopharmaphobia,
  Takut Ombak – Cymophobia,
  Takut Operasi – Tomophobia,
  Takut Orang Asing – Xenophobia,
  Takut Orang Asing – Xenophobia,
  Takut Orang Botak – Peladophobia,
  Takut Orang Buntung -  Apotemnophobia,
  Takut Orang Suci – Hagiophobia,
  Takut Otot Gerak Sendiri – Ataxiophobia,
  Takut Panas – Thermophobia,
  Takut Parasit – Parasitophobia,
  Takut Paus – Papaphobia,
  Takut Pelecehan Seksual – Agraphobia,
  Takut Pelecehan Seksual – Contreltophobia,
  Takut Peluru – Ballistophobia,
  Takut Pembicaraan Dinner – Deipnophobia,
  Takut Pemerkosa – Virginitiphobia,
  Takut Pendapat – Allodoxaphobia,
  Takut Pendeta – Hierophobia,
  Takut Pengemis – Hobophobia,
  Takut Pengetahuan – Epistemphobia,
  Takut Pengetahuan – Gnosiophobia,
  Takut Penis – Phallophobia,
  Takut Penis Berdiri – Medorthophobia,
  Takut Penis Loyo – Medomalacuphobia,
  Takut Penyakit – Pathophobia,
  Takut Penyimpangan Seks – Paraphobia,
  Takut Peralatan Listrik – Electrophobia,
  Takut Perancis – Francophobia,
  Takut Perjalanan – Hodophobia,
  Takut Perkara Hukum – Liticaphobia,
  Takut Perubahan – Metathesiophobia,
  Takut Petir – Astrapophobia,
  Takut Pikiran – Psychophobia,
  Takut Pin – Balenephobia,
  Takut Pin – Enetophobia,
  Takut Pingsan – Ashenophobia,
  Takut Pohon – Dendrophobia,
  Takut Politikus – Politicophobia,
  Takut Pria – Hominophobia,
  Takut Puisi – Mertophobia,
  Takut Pusaran Air – Dinophobia,
  Takut Rabies – Hydrophobophobia,
  Takut Rabies – Kynophobia,
  Takut Racun – Iophobia,
  Takut Racun - Toxiphobia
  Takut Rambut – Chaetophobia,
  Takut Rambut – Trichopathophobia,
  Takut Rasa – Geumaphobia,
  Takut Rayap – Isopterophobia,
  Takut Reptil - Batrachophobia,
  Takut Reptil – Herpetophobia, 
  Takut Ruang Kosong – Cenophobia,
  Takut Ruangan – Koinoniphobia,
  Takut Ruangan Kosong – Kenophobia,
  Takut Rumah – Ecophobia,
  Takut Rumah Sakit – Nosocomephobia,
  Takut Rusia – Russophobia,
  Takut Sakit Demam – Pyrexiophobia,
  Takut Sakit Diabetes – Diabetophobia,
  Takut Sakit Ginjal – Albuminurophobia, 
  Takut Sakit Jantung – Cardiophobia,
  Takut Sakit Jiwa – Dementophobia,
  Takut Sakit Jiwa – Maniaphobia,
  Takut Sakit Kelamin – Cyprianophobia,
  Takut Sakit Kolera - Cholerophobia,
  Takut Sakit Kulit – Dermatophathophobia,
  Takut Sakit Kusta – Leprophobia, 
  Takut Sakit Otak – Meningitiophobia,
  Takut Sakit Syphilis – Syphilophobia,
  Takut Sakit Syphillis – Luiphobia, 
  Takut Salib – Staurophobia,
  Takut Salju – Chionophobia,
  Takut Sama Gadis – Parthenophobia, 
  Takut Sapi Jantan – Taurophobia,
  Takut Saudara – Syngenesophobia,
  Takut Sayuran – Lachanophobia,
  Takut Segala Sesuatu – Polyphobia,
  Takut Segalanya – Panophobia,
  Takut Sekitar Rumah – Eicophobia,
  Takut Sekitar Rumah – Oikophobia,
  Takut Sekolah – Scoionophobia,
  Takut Seks – Genophobia,
  Takut Semangat – Pneumatiphobia,
  Takut Semut – Myrmecophobia, 
  Takut Sendiri – Isolophobia,
  Takut Sendirian – Autophobia,
  Takut Sendirian – Monophobia,  
  Takut Senjata Api – Hoplophobia,
  Takut Senjata Nuklir – Nucleomituphobia,
  Takut Sepeda – Cyclophobia,
  Takut Serangga – Epistaxiophobia,
  Takut Serangga – Insectophobia,
  Takut Seruling – Aulophobia,
  Takut Sesuatu dari Kiri – Sinistrophobia,
  Takut Sesuatu yang Baru – Kainolophobia,
  Takut Sesuatu yang Baru – Neophobia,
  Takut Sesuatu yang Besar – Megalophobia,
  Takut Sesuatu yang Kecil – Microphobia,
  Takut Silau – Photoaugliaphobia,
  Takut Simbol – Symbolophobia,
  Takut Simetris – Symmetrophobia,
  Takut Sinar X – Radiophobia,
  Takut Situasi yang Menakutkan – Counterphobia, 
  Takut Skabies – Scabiophobia,
  Takut Suara – Acousticophobia,
  Takut Suara Keras – Ligyrophobia,
  Takut Suara Telpon – Phonophobia,
  Takut Subuh – Eosophobia,
  Takut Sungai – Potamophobia,
  Takut Surga – Ouranophobia,
  Takut Surga – Uranophobia,
  Takut Susah Be’ol – Coprastasophobia,
  Takut Tabuhan – Spheksophobia,
  Takut Tai – Coprophobia,
  Takut Takut Anak Anak – Pedophobia,
  Takut Tali – Cnidophobia,
  Takut Tambah Berat – Obesophobia,
  Takut Tambah Berat – Pocrescophobia,
  Takut Tanaman – Batonophobia,
  Takut Tangga – Climacophobia,
  Takut Tanggung Jawab – Paralipophobia,
  Takut Tantangan – Heresyphobia,
  Takut Tawon – Melissophobia,
  Takut TBC – Phthisiophobia,
  Takut TBC – Tuberculophobia,
  Takut Tebing – Cremnophobia,
  Takut Teknologi – Technophobia,
  Takut Tekstur Tertentu – Textophobia, 
  Takut Telanjang – Gymnophobia,
  Takut Telanjang – Nudophobia,
  Takut Telpon – Telephophobia,
  Takut Tempat Sempit – Stenophobia,
  Takut Tempat Terbuka – Agoraphobia,
  Takut Tempat Tertentu – Topophobia,
  Takut Tempat Tertutup – Claustrophobia,
  Takut Tempat Tinggi Terbuka – Aeroacrophobia,
  Takut Terbahak – Geliophobia,
  Takut Terbang – Pteromerhanophobia,
  Takut Tergantung pada Orang – Soteriophobia,
  Takut Terkontaminasi Debu – Misophobia,
  Takut Terkunci – Cleisiophobia,
  Takut Tidak Sempurna – Atelophobia,
  Takut Tidak Simetris – Asymmetriphobia,
  Takut Tidur – Clinophobia,
  Takut Tidur – Somniphobia,
  Takut Tikus – Murophobia,
  Takut Tikus – Suriphobia,
  Takut Tikus Besar – Zemmiphobia,
  Takut Tornado – Lilapsophobia,
  Takut Tuhan – Theophobia,
  Takut Tulisan Tangan – Graphophobia,
  Takut Tuma – Verminophobia,
  Takut Uang - Chrematophobia,
  Takut Ujian – Tertaphobia,
  Takut Ular – Ophidiophobia,
  Takut Ular – Snakephobia,
  Takut Upacara Seremonial – Teleophobia,
  Takut Vaksinasi – Vaccinophobia,
  Takut Vertigo – Illyngophobia,
  Takut Waktu - Chronophobia,
  Takut Wangi-Wangian – Osphesiophobia,
  Takut Wanita – Gynephobia,
  Takut Wanita Cantik – Caligynephobia,
  Takut Wanita Cantik – Venustraphobia,
  Takut Wanita Sihir – Vitricophobia,
  Takut Warga – Anthropophobia,
  Takut Warna - Chromatophobia, 
  Takut Warna Hitam – Melanophobia,
  Takut Warna Kuning – Xanthophobia,
  Takut Warna Putih – Leukophobia,
  Takut Warna Ungu – Porphyrophobia,
  Takut Wayang – Pupaphobia.